Sabtu, 18 Juni 2011

Selamat Jalan Ayah*

Inspirated By: Ainy Zahra

Ayah bagaimana perasaanmu, ketika perintahmu atau pembicaraanmu tak diacuhkan anakmu, ayah…bagaimana perasaanmu ketika kehadiranmu tak diabaikan anak-anakmu……………

beberapa waktu berlalu 
Kehadiranmu menyertaiku keberadaanmu bagai semu 
Hanya harapan ingin bertemu 
Dinding jarak memisahkan Amanat ....

Ketika tanganmu menyentuh tanganku
kurasakan hangatnya cintamu....
aku rindu menyusuri wajahmu
tinggal diam dalam beningnya kasihmu....

ayah...
kapankah kita bertemu
aku ingin memelukmu
merasakan belaian lembutmu
yang tidak pernah kudapat

ayah...
tahukah kau
aku merindukanmu--sepanjang hayatku ....



Senin, 06 Juni 2011

Serpihan Kemarin*

Setiap detik aku bergulat dengan waktu dan menjadi gelap dibawah bayang-bayang masa lalu.

Dari setiap bercak-bercak kotor dosa yang membekas hitam di setiap lembar waktu yang telah terlewat itu, aku jadi malu sendiri, lalu beringsut dari kumpulan mereka-mereka yang bersih putih itu. Rasa-rasanya syurga meski diemperannya saja tetap tak layak buatku.

Kutarik nafas pelan di setiap senja-senja yang tenang dan ramah itu, dari warna merah tembaga yang terpapar di laut yang beriak manis di ujung sana aku bercermin dan merenung, sudah satu hari lagi lembar hidup yang kujalani dengan tergesa, membuka pagi dengan terkejut luar biasa, lalu menyongsong sore dengan belum berbuat apa-apa.

Ah….. Tuhan, rasanya dunia ini dalam segala-gala lebih bersih dari kami.

Dengan apa kubersihkan sisa luka dosa yang menganga?
Terhuyung-huyung aku berlari, lalu berwudhu dengan apa saja, air, debu, angin, tawa dan air mata.

Selasa, 05 April 2011

Kanker Indung Telur*

      Karya pelukis besar Leonardo da Vinci itu demikian terkenal..Sebuah lagu juga memuja kecantikannya yang abadi.
            Tapi Monalisa pun punya tempat yang paling istimewa di sebuah keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah, ibu dan putrid tunggal mereka yang juga bernama Monalisa..

            Resah sekali seorang ibu menanti kelahiran anak pertama. Seluruh badan terasa pegal, cepat capek, tidurpun terasa gelisah. Dan ketika tiba saatnya, Ya, Tuhan- betapa sakitnya! Ibu itu merasa benar-benar kapok dan tak ingin melahirkan lagi. Cukup sekali ini saja.
            Tepatnya terjadi pada 6 Desember 1991. dan bayi perempuan yang beratnya 3.140 kg dengan panjang 50 cm itu diberi nama manis – Monalisa. Bukan merupakan paduan dari nama ibu Nina dan Bapak Haryono bukan karena mereka kurang mencintainya. Justru sebaliknya, seluruh kasih sayang mereka, seluruh harapan mereka, mereka tumpahkan padanya seorang.
            Mona – demikian panggilannya sehari-hari, tumbuh cepat. Menjadi anak yang cerdas, ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Kemanjaan sebagai anak tentu saja ada, tetapi tetap dalam batas wajar. Bahkan dalam usia yang masih dini Mona sudah rajin Shalat 5 waktu dan lancar mengaji, selain itu nilai di sekolahnya selalu dapat pujian.

Setelah Jatuh Dari Ayunan…

            Tak terasa, usia Mona telah mencapai 7 tahun. Konsentrasi kerja ibunya di sebuah hotel Internasional di Jakarta agak terganggu karena Mona sering mengalami batuk, pilek disertai suhu badan meninggi. Esbentar saja, lalu sembuh lagi. Keadaan ini berlangsung berulangkali selama 5 bulan.
Kadang ia mengeluh perutnya sakit – kemudian ibunya menggosok dengan Balsam, mungkin saja ia hanya masuk angin.
            Kemudian tibalah hari naas itu : Mona mengalami kecelakaan , terjatuh dari ayunan di halaman sekolah. Berdua bersama kawannya yang ikut bermain ayunan tersebut Mona tertelungkup, kawannya terlentang. Karena kesakitan pada bagian kepala, anak itu menangis tetapi Mona tidak, hanya sikunya cedera sedikit. Tak ada keluhan lagi.
            Dua hari kemudian, selesai mengerjakan PR, Mona mengeluh perutnya kurang enak. Ketika ibunya menyuruh Mona untuk tidur, dan mengenakan pakaian tidurnya, ibunya melihat sesuatu yang aneh – ia merasakan adanya benjolan keras diperut Mona. Kemudian ibunya menceritakan hal ini ke ayahnya, dan keesokan harinya mereka membawa Mona ke RSCM Bagian Anak. Awalnya mereka hanya berfikir bahwa Mona hanya akan mendapat resep obat saja, tahunya Mona harus di rawat di RSCM itu juga. Diduga ada Tumor di perut Mona, dan harus secepatnya di bedah untuk mengetahui ganas tidaknya tumor itu.
            Mereka berdua selaku orang tuanya tentu saja terkejut sekali. Mimpi pun tidak bahwa anak mereka yang masih semuda itu “disinggahi” penyakit yang menakutkan. Dua hari kemudian, Mona mengalami pembedahannya yang pertama. Hasilnya membuat sendi tulangkedua orang tua Mona menjadi lemas seketika : Monalisa menderita tumor ganas pada indung telur sebelah kiri. Gumpalan tumor yang di keluarkan saat itu sebesar jeruk Sunkist!!

Mama Ada Yang Menjemput Ku..

            Bulan berganti bulan, menjadi tahun. Hamper 3 tahun sudahsejak mereka mulai mengetahui penyakit Mona. Tenaga, pikiran, dan biaya banyak sudah di habiskan. Tapi mereka tidak pernah mengeluh. Untuk mempertahankan nyawa putrid mereka satu-satunya, apapun akan mereka lakukan.
            Mei 2001…. Keadaan Mona sudah demikian gawatnya. Dia hanya mampu duduk atau berjalan sebentar. Lebih banyak terbaring di tempat tidur. Wajahnya mengalami perubahan – tampak peot seperti wajah seorang lanjut usia. Sinar matanya juga lain – tajam, tidak lagi lembut dan ramah seperti biasa.


            Setelah menjelaskan panjang lebar kepada kedua orang tua Mona, dokter tidak memberikan obat lagi. Merasa tak pernah di ajak berobat lagi, Mona bertanya, “Mama.. mengapa Mona tidak di obati lagi?”
            Pada suatu malam ibu Nani jatuh tertidur karena kelelahan,, tiba-tiba Mona berteriak “Mama.. mama.. mengapa begitu banyak orang di kamar sebelah itu? Kurang ajar sekali mereka semua..malam-malam seperti ini bikin rebut, sampai Mona tidak bisa tidur usir saja mereka semua Ma..!!!” maka begitu Mona tertidur ibu Nani mengambil air wudhu, sembahyang Tahajjud “ Ya Tuhan,,seandainya kau inginkan anakku sembuh, sembuhkanlah ia segera. Tapi kalau Kau inginkan sebaliknya, jangan biarkan anakku menderita terlalu lama..”

Nonton Terakhir..

            Hari itu Mona meminta untuk menonton film kegemarannya, tapi ibunya melarang Mona agar Mona cukup istirahat untuk penyedotan penyakitnya keesokan harinya. Ibu Nani pun tertidur pulas setelah shalat tahajjud. Tiba-tiba entah dorongan apa yang membuat ibu Mona menjadi siaga. Ia mempertajam pendengarannya – napas Mona tersengal-sengal. Terdengar begitu berat. Ia segera duduk dan memandangi anaknya. Cepat ia memanggil ayah Mona yang saat itu baru saja pulang dan tengah membuat kopi di dapur.
            Segera ayah Mona masuk kamar dengan tenang ia membisikkan Surat Yasiin ke Telinga Mona. Detik demi detik berlalu dengan penuh ketegangan.. antara percaya dan tidak..
            Mereka berdua bersama-sama menyaksikan kepergian anak tunggal mereka. Hampir bersamaan dengan hembusan napasnya yang terakhir, di kedua sudut matanya bergulir butir-butir air mata.
            “anak kita telah tiada Ma..” bisik ayah Mona. Bersama mereka melafaskan “ Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun,,” setelah terpaku beberapa saat. Begitu muda Monalisa, belum lagi genap 10 tahun, namun begitu banyak sudah penderitaan yang harus di tanggungnya!!
            Tinggallah mereka berdua saja. Monalisa yang layu sebelum berkembang, telah tiada, meninggalkan gurat kepedihan yang tak terhingga. Tetapi kalau mereka akan terlalu larut dalam duka, ingatlah mereka pada sebuah sajak yang di buat Mona 11 hari menjelang kepergiannya yang kini





bingkai indah di kamar kami..:

Pesan Buat Papa  dan Mama

Papa.. Mama..
Tidak usah berdoa terlalu banyak,,
Ma,,Pa,,

Mona merasa..
Umur Mona tidak  akan  lama lagi
Maut sudah menjemput Mona,,

Kalau napas Mona
Tinggal satu-satu
Relakan Mona
Pergi dengan tenang..

Ku selalu sayang Mama dan Papa..

Makassar, 16 Juli 2001


The..End





Minggu, 27 Maret 2011

sebuah Pengakuan*

aku pernah terluka dan melukai.tapi karna itu aku bisa belajar tentang bagaiman mnghargai.mnerima.brkorban dan mmpertahankan.
aku pernah dbhongi dan mmbohongi.tapi dari itu aku bisa belajar tentang kejujuran.


andaikan aku tidak pernah melakukan suatu ksalahan dalam hidup ini baik yg ku isi dari kburukan bhkan kebaikan skalipun.sungguh tidak akan pernah terulang kembali.namun ada satu hal yang mesti tetap aku lakukan.BELAJAR dari masalalu untuk hari esok yg lebih baik.tak usahlah memikirkan baik buruknya dari apa yg telah ku lewati.tetapi bgemana yang tlah aku lewati bisa mnjadikan ku lebih baik dan jauh lebih baik !!

Sabtu, 26 Maret 2011

aku..tentangmu,kamu dan dirimu*

lelapku hanya akan terbangun karna angan tentang mu.menjelajahi semua tentang mu,kamu dan diri mu.mendengarkan sgala bntuk keluh mu.mnjabat dan merangkul hati mu.selaras kita indah dari yg paling trdalam..

tanpaa adanya perisai yg semu.mngalir itu apa adanya.
hitam putih dan abu abu kita berbicara.mngungkapkan sgalanya.Lara!! yah senyum Lara tawa kita berduaa.

ingatku padamu dan kaupun kan tergetar mrasaknny.pikiran mu tntang ku dan akupun kan mrasakanny.
langit yg ku punya akan mneduhkan sgala jalan mu.
dan hujan yg kau milikii akan mnyejukkan ku.

tapi sadarkah kamu kalau sja itu tak cukupp tuk mnyatukan kita??
ternyata kita hnya seorang manusia.yahhhh....hanya manusia biasa yg selalu hanya bsa berencana.
takkan snggup mnentukan apapunn.hanya berupaya.

takkan mmpu memastikan segalanya.

...

Pergi saja kau !

terima kasih tuk luka yang kau beri ku tak percaya kau tlah bgini.dulu kau menjadi malaikat d hati.sampai hati kau telah bgini.berkali kali kau katakan sendiri.kini ku tlah benci.cintaku tlah pergi.


pergi saja kau pergi tak usah kembali.
percuma saja ini.hanya mengundang perih.cukup tau ku dirimu.cukup sakit ku rasakan
kini.......


janji yang slalu ku ingat hingga mati.kau setia hingga ku kmbali.
brkali kali kau katakan sendiri.kini ku tlah benci.cintaku tlah pergi..

KESABARAN itu sulit !!

air mata itu gampang mnetes.gampang di hapus.tapi rasa?tahukah kalian kalau rasa itu mmbekas d hati?
kasih sayang orang tua itu memang tidak pernah ada batasnya.dan itu sudah mnjadi HARGA MATI !tapi akankah kasih sayang itu bsa d ungkap dngan KETERBATASAN atas sgalanya ??

tidakkah orng tua bisa mmbaca prasaan anaknya?akankah orang tua tahu bhwa perasaan anaknya sedang terguncang ?
yahhh.MEMANG sayang seorang ibu itu tanpa batas.
sdkit sja saya mminta pngertian.saya mau mnghirup udara kebebasan.MOMM DADD!!hanya itu.sdikit saja.hanya sehirup.bisakah?d usia ku yg sdah branjak 19 tahun ini msih ka saya d PINGIT dengan cara yg sama?

saya ingin merasakan kbebasan bukan brarti lepas dr kontrol kalian.bukan berarti itu smua mnyimpang dr norma22.saya sah ckup dewasa untuk mnentukan apa yg sy inginkan.mskipun itu tak lepas dr cmpur tngn kalian :((

MOMM DADD !!
listen to MEE !!lihat keadaan ku yg mrasaa terkekang dngan smua cara kalian.didikan kalian yg ku rsa keras tlah mmbuat perasaan jiwa ku juga mngeras atas smuanya.!!!

LISTEN TO MEE !!!